Sebuah Perdebatan Tak Berarti
Haiii... Hallooo...
Hai bagaimana kabar mu? Sudah bahagia? Sudah senang sekarang? Sudah enak? Apakah saking enaknya kamu sampai tak merasakan apapun lagi???? Hey!!! Ayo jawab! Jawab semua pertanyaan dari ku.
"Kabar ku baik, aku masih hidup sampai saat ini. Semuanya membaik tapi perlahan. Yaaa, bisa dibilang hidupku yang sekarang udah tidak seperti dulu lagi. Bisa dibilang agak enakan aja."
Aku ga tanya itu....
"Lantas apa yang kamu tanyakan?"
Aku bertanya bagaimana kabar mu?
"Kan sudah ku jawab diatas kabar ku baik."
Baik? Saking baiknya sampai-sampai tidak mengerti keadaanmu yang sebenarnya?
"Enggak bukan begitu."
Lantas, bagaimana?! Hey pecundang menolehlah kearah kami! Kau kira kami kuat? Kau kira kami cuma dia melihat tingkah bodo mu? Pecundang sekali lagi pecundang. Pecundang besar yang hanya bisa kabur dari kenyataan.
"....."
Kau selalu bilang ke orang lain, aku tidak apa-apa jangan pedulikan aku. Aku tidak apa-apa. Ayo semangat!!, Aku ikhlas kok, biasa hal seperti ini aku sudah biasa, gapapa aku kuat aku bisa, jangan sedih.
Tapi nyatanya apa?! Kau cuma berbohong demi mereka kan?!. Ayolah TOLONG LIHAT KEBELAKANG. LIHAT DIRIMU BODOH. LIHAT KAMI, KAMI HANCUR SUDAH HANCUR SEJAK BAJINGAN ITU MENINGGALKAN MU. BUKANNYA MENANGIS MENGELUARKAN SEMUANYA. KAU MALAH BERSIKAP SOK TEGAR.
"Bukan begitu maksudku, aku hanya ingin semuanya berjalan normal."
Berjalan normal?! Dari awal hidup mu itu normal. Yang cari masalahkan kamu sendiri.
"Yaaa karena itu aku mau semuanya menjadi normal kembali."
Heh SEBENARNYA YANG EGO ITU AKU APA KAMU. SIAPA?!
"Aku gatau aku hanya ingin semua berjalan dengan normal. Sesuai dengan apa yang ku ingin kan. Tapi aku tau itu tidaklah mungkin. Yaaaa bisa dibilang aku sedang berusaha untuk dibenci semua orang itu. Gatau kenapa, aku merasa nyaman aja kayak gini."
EGO MU LEBIH BESAR DARI PADA EGO SISI LAIN MU. JIKA ITU MAU MU BAIKLAH, MEMANG APA YANG KAU MAKSUD DENGAN BERJALAN NORMAL.
Komentar
Posting Komentar